Depok, 05 Juli 2013
16.34 WIB
Pagi ini bimbang menyertaiku dalam kerinduan aku terbangun
dalam kesunyian di tengah-tengah rintik hujan aku bergegas antara pergi kuliah
karena ada mata pelajaran kebahasaan dan berkunjung ke makam alm.ibu. rasa
kangen ini sudah tidak bisa terbendung lagi karena sudah 3 bulan aku tidak
berkunjung ke makam ibu terakhir aku kesana april akhir. Aku memutuskan untuk
berangkat menuju makam dengan pakaian kuliah. Dengan hati gundah gulana aku
meyakinkan diriku untuk tidak takut akan gerimis dan tanah lengket..
Sesampainya disana aku parkir mobilku ditempat parkir yang
sudah disediakan lalu ada beberapa tukang bunga yang berjualan di daerah
sekitar makam aku membeli 2 plastik bunga untuk aku taburkan di makam alm.ibu..
kali ini aku merasa ada yang beda seperti biasanya. Biasanya aku ke makam ibu
bersama keluarga atau sepupuku uci karena kebetulan bapaknya dia makamnya tidak
berjauhan dengan makam ibuku.kali ini sendiri seorang diri seakan hanya ada aku
dan alm.ibu ditempat itu. Aku membuka yasin ku dan mengawalinya dengan
surat-surat pendek. Aku membaca setelah selesai aku rapihkan makam ibuku sampai
bersih tidak ada lagi sampah dan rumput liar di sekitar makam ibu.. aku
memanggil salah satu orang yang aku percaya menjaga makam ibu.. namanya Mpo
Boyo.. agak aneh ketika mendengar namanya.
“mpo.. ini saya anaknya yang punya makam ini saya nitip..
insyaAllah kalau saya ada rezeky mau saya kasih rumput” dia pun menjawab.. iya
tenang aja neng… aku kasihlah sedikit rezeky dari jeripayahku. Awalnya aku
ingin patungan dengan kakaku untuk membeli rumput gajah seharga 300rb tapi kata
kakaku pake batu putih aja.. dan nampaknya itu adalah ide cerdas.
Setelah penjaga makam beranjak aku berinteraksi sebentar
dengan ibuku meskipun aku sadar betul kalau ini Cuma khayalan aku saja..
Ibu sekarang dhanti udah ngajar lho ditempat bapa.. dhanti
pake baju ngajar ibu.. tapi sedikit dikecilin bu.. dan masih banyak lagi
percakapan.. ke makam aku jam 07.00 sampai dirumah dan bergegas ke kampus jam
9. Tanpa ku sadari aku seperti orang gila menatap batu nisan yang bertuliskan
nama ibuku. Sampai detik ini aku tidak kuat membaca yasin sampai selesai selalu
saja air mata menetes ketika membacanya sampai pada akhirnya aku membacanya
dalam hati .
Ya allah kangeeeeeeeeeeeen banget.. biasa deh kalau udah mau
Ramadhan pasti deh selalu aja inget sama ibu. Ini ramadhan ke-3 tanpa ibu. Mudah-mudahan
ibu senang melihat aku dan semua yang ada disini…marhaban ya ramadhan ya mom..
Love so much….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar