Putri Ramadhanti's zone...

hai.. nama aku dhanti panggil aja aku dhanti, atau dhan.. aku cuma anak perempuan biasa.. tapi aku juga insya allah jadi seorang guru.. aku hidup dengan kedua orang tua ku dan satu adik.. tapi ibuku sudah pergi meninggalkan aku, meskipun ibu sudah pergi terlebih dulu tapi aku tetap sayang dan cinta dengan ibu selamanya.....

Minggu, 14 April 2013

Sifat-Sifat zat dan Perubahannya


Nama                                                 : Putri Rama Dhanti
Kelas                                      : 2-A
NPM                                       : 0371 12 131
Dosen Pengampu               : dr.Nandang Hidayat, M.Pd
Mata Kuliah                          : Konsep Dasar Kimia Sekola Dasar
Tanggal Mengerjakan         : 15 April 2013
Keterangan                           : Ringkasan Pertemuan ke-3
Tentang                                 : Sifat Materi Berdasarkan Wujudnya
WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA
Berdasarkan   wujudnya,   zat   dapat   dibedakan   menjadi   tiga yaitu zat padat, zat cair, dan zat gas. Bagaimana sifat-sifat dari wujud      zat  tersebut?     Wujud     zat  dapat    berubah.     Hal   ini pengaruhi oleh adanya kalor. Marilah kita pelajari lebih lanjut agar lebih jelas
  1. Sifat Zat Berdasarkan Wujudnya
Zat padat adalah zat yang mempunyai bentuk dan volume tetap. Dilihat dari susunan molekul dan ikatan antarmolekulnya, zat padat mempunyai susunan molekul yang  teratur dan gaya tarik-menarik antarmolekulnya yang kuat. Contoh zat padat antara lain batu, meja, kapur tulis, papan tulis, dan pensil. Dapatkah kamu menyebutkan contoh zat padat lainnya yang ada di sekitarmu?
Adapun zat cair adalah zat yang mempunyai volume tetap, tetapi bentuknya selalu berubah-ubah mengikuti tempatnya. Dilihat dari susunan molekul dan ikatan antarmolekulnya zat cair mempunyai susunan molekul yang kurang teratur dan jarak antarmolekulnya yang agak renggang sehingga gaya tarik menarik antarmolekulnya relatif lebih rendah dibandingkan dengan zat padat. Contoh zat cair antara lain air sirop, air teh, dan air mineral. Apakah gas itu? Gas adalah zat yang mempunyai bentuk dan volume yang tidak tetap. Hal ini disebabkan karena susunan molekul-molekul gas sangat tidak teratur sehingga gaya tarik-menarik antarmolekulnya sangat lemah. Contoh zat gas adalah udara. Perbedaan sifat-sifat zat padat, zat cair, dan zat gas dapat kamu lihat pada tabel.





property
gas
liquid
solid
Density
very small
large
large
Thermal expansion coefficient
large (= R/P)
small
small
Cohesiveness
nil
small
large
Surface tension
nil
medium
very large
Viscosity
small
medium
very large
Kinetic energy per molecule
large
small
smaller
Disorder
random
medium
small
Relative magnitudes of some properties of the three states of matter
















Dari table di atas bisa kita ketahui bahwa sifat materi berdasarkan wujudnya, dengan berbagai macam perbedaan antara zat padat,gas, dan cair.
  1. Susunan dan Gerak Partikel Suatu Zat
Kayu yang digergaji akan menghasilkan serbuk-serbuk kayu. Serbuk-serbuk kayu tersebut sebenarnya merupakan zat penyusun dari kayu. Jika diamati serbuk kayu tersebut dengan menggunakan mikroskop elektron, kita dapat melihat partikel-partikel sangat kecil yang saling berikatan. Nah, partikel-partikel inilah yang sebenarnya memengaruhi sifat-sifat pada zat padat, zat cair, dan zat gas.
Apakah partikel itu?  Partikel  atau molekul adalah bagian terkecil dari suatu zat yang masih memiliki sifat zat tersebut. Sebagai contoh ketika kita membuat teh manis dengan menggunakan gula pasir. Saat gula pasir dimasukkan ke dalam air teh panas maka akan terjadi tumbukan antara partikel-partikel gula pasir dengan partikel air sehingga gula pasir akan larut. Gula pasir ini akan lebih cepat larut karena air yang kita gunakan adalah air panas. Pelarutan akan lebih cepat lagi jika kita mengaduknya. Partikel-partikel gula pasir dalam wujud cair bergerak ke seluruh air teh yang terdapat dalam gelas sehingga air teh tadi menjadi manis. Hal ini membuktikan bahwa partikel masih mempunyai sifat yang sama dengan zat asalnya. Bagaimana susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat? Perhatikan gambar dibawah ini!
 (a)   Susunan partikel zat padat, (b) susunan partikel zat cair, dan (c) susunan partikel zat gas
a) Partikel Zat Padat
Zat padat tersusun atas partikel-partikel yang teratur dan mempunyai jarak antarpartikel yang sangat rapat. Gaya tarik- menarik antarpartikel zat padat sangat kuat. Hal ini menyebabkan partikel tidak dapat bergerak secara bebas untuk berpindah tempat. Keadaan ini menyebabkan zat padat dapat mempertahankan bentuk dan volumenya sehingga zat padat selalu  mempunyai bentuk dan volume yang tetap.
b) Partikel Zat Cair
Berbeda dengan zat padat, zat cair mempunyai susunan partikel yang kurang teratur dan kurang rapat dibandingkan susunan partikel pada zat padat. Hal inilah yang menyebabkan partikel-partikel dapat bergerak bebas untuk berpindah tempat. Akan tetapi, partikel-partikel penyusun zat cair tidak dapat memisahkan diri dari kelompoknya. Keadaan ini menyebabkan volume zat cair selalu tetap, walaupun bentuknya selalu berubah mengikuti tempatnya.
c) Partikel Zat Gas
Pada zat gas, jarak antarpartikel sangat berjauhan sehingga gaya tarik-menarik antarpartikel sangat lemah.  Partikel- partikel ini bergerak sangat bebas dan cepat dalam wadahnya. Hal ini menyebabkan zat gas tidak dapat mempertahankan bentuk dan volumenya sehingga bentuk dan volume zat gas selalu berubah mengikuti ruang yang ditempatinya.
2. Kohesi dan Adhesi
Di antara partikel-partikel yang sejenis dan yang tidak sejenis dapat terjadi gaya tarik-menarik antarpartikel. Gaya tarik- menarik antarpartikel yang sejenis dinamakan kohesi, sedangkan gaya tarik-menarik antarpartikel yang tidak sejenis dinamakan adhesi.
Permukaan raksa pada termometer jika diamati dengan cermat akan terlihat tidak datar, tetapi sedikit melengkung pada bagian raksa yang menempel pada kaca, perhatikan gambar dibawah ini.
(a) Meniskus cekung dan (b) meniskus cembung.
Kelengkungan permukaan zat cair dalam sebuah tabung kaca ini dinamakan meniskus. Meniskus ada dua macam, yaitu meniskus cekung dan meniskus cembung.
3. Perubahan Wujud Zat
.



Tabel Perubahan Wujud Zat
Nama Perubahan
Wujud Zat
Zat
Mencari (melting)
Membeku Freezing
Menguap (boiling)
Mengembun (Condensation)
Menyublim (Sublimation)
Deposisi (Deposition)
Ionisasi
Padat ke Cair
Cair ke Padat
Cair ke Gas
Gas ke Cair
Padat ke Gas
Gas ke Padat
Gas ke Plasma


·         Perubahan Wujud Zat
1.    Padat ke Cair dan Cair ke Padat

Peristiwa perubahan wujud zat dari padat ke cair kita kenal dengan mencair. Jika kita itu es dan kemudian ingin menjadi air maka kita perlu energi untuk atom-atom agar bisa melepaskan diri dari struktur esnya atau melewati titik leleh. Energi yang diperlukan juga tidak terlalu banyak untuk perubahan wujud zat jika dibandingkan harus merubah dari cair ke gas. Kita hanya perlu suhu kamar untuk melihat perubahan wujud zat dari padat ke cair. Berkebalikan dengan mencair, ada membeku yaitu perubahan dari cair ke padat. Peristiwa ini diiringi dengan pelepasan energi.

2.    Padat ke Gas dan Gas ke Padat
Perubahan wujud zat dari padat ke gas kita kenal dengan menyublim. Contoh paling sering kita lihat adalah kapur barus, kamper, atau jenis pengharum lainnya. Selain itu kalau dalam dunia pertunjukan kita kenal ada es kering untuk meciptakan efek asap. Es kering berasal dari Karbon dioksida padat (CO2). Nah untuk perubahan wujud dari gas ke padat mungkin jarang sekali di Indonesia. Sobat bisa saja pergi ke Puncak Jaya Wijaya untuk melihat embun (gas) yang berubah menjadi butiran es (salju). Peristiwa perubahan wujud dari gas ke padat ada yang menyebutnya menyublim juga tapi kalau orang luar negeri menyebutnya deposition (deposisi) atau desublimation  (desublimasi).

3.    Cair ke Gas dan Gas ke Cair
Jika kita itu air maka kita harus cari energi yang banyak untuk molekul kita. Energi ini digunakan untuk menggetarkan molekul-molekul air sehingga ketika energinya sudah cukup si molekul bakal bisa melepaskan diri dari wujud cairnya dan terbang bebas menjadi gas. Saat perubaha wujud zat dari cair ke gas inilah disebut menguap. Coba amati ketika merebus air pasti ada bulir-bulir air yang ada di tutup panci, itu yang di sebut mengembun. Setelah si molekul air terbebas (punya cukup energi) dan berubah menjadi gas kemudian energi yang ada terserap oleh dinding panci dan kembali lagi ke bentukk semula (air).

4.    Perubahan Wujud Zat Gas ke Plasma
Plasma terbentuk karena ada gas yang menyerap energi. Plasma dikenal dengan wujud zat yang ke-4 selain padat, cair, dan gas. beberapa atau semua elektron di orbit atom terluar telah terpisah dari atom atau molekul. Hasilnya adalah sebuah koleksi ion dan elektron yang tidak lagi terikat satu sama lain. Karena partikel-partikel ini terionisasi (bermuatan), gas ini bertingkah laku lain dari gas biasa, contohnya, kehadiran medan elektromagnetik. Plasma ini yang sekarang sering kita dengar di iklan-iklan LCD atau TV. Plasma banyak digunakan dalam teknologi pembuatan layar lcd maupun layar tv karena bisa menghasilkan tampilan dan resolusi yang lebih baik.


Contoh Soal Fisika : Perubahan Wujud Zat

Sobat yang masih sma, pasti sering menemui soal bab kalor tentang perubahan wujud zat. Berikut contoh soal kalor yang terkait perubahan wujud zat
Soal Percampuran Es dengan Air pada suhu tertentu
Air yang bermasa 200 gram suhu 75 oC dicampur dengan es yang masanya 100 gram dan suhu -20oC berapa suhu campuran tersebut dan dalam wujud apa campurannya? Kalor jenis air = 4.200 J/kgK atau 1 kal/g°C, Kalor jenis es = kalor jenis uap air = 2.100 J/kgK atau 0,5 kal/g°C, dan Kalor lebur es = 80 kal/g atau 336.000 J/kg
Pembahasan
Sobat bisa menyelesaikan soal tersebu dengan menggunakan prinsi asas black
Qlepas = Qterima
Qlepas = Qair = mair Cair Tair
Qterima = Qes + Qlebur es
Qterima=  mes  (Ces.(0- Tes) +L)
T atau suhu akhir bisa dicari dengan rumus
        Lepas – Serap
T = ——————
total massa
kita masukkan nilai cair dan kalor lebur es
mair Cair Tair - mes  (Ces.(0- Tes) +L)
——————————————– = T
mair + mes
200.1.75 – 100 (0,5.20 + 80)
————————————— =T



200+100
15.000 – 9000
——————- = T
6000:300
T = 20 oc

Ada lagi tipe soal kalor yang melibatkan perubahan wujud zat kaya berapa kalor yang dierlukan untuk mengubah es dari suhu min sekian hingga jadi air suhu sekian. Menjawabnya sangat mudah tinggal menambahkan kalor dari es ke suhu nol derajat + kalor lebur + kalor menaikkan suhu air
Q total = Q1 + Q2 + Q3
Tabel Contoh Perubahan Wujud Zat di Kehidupan Sehari-hari
Jenis
Perubahan Wujud Zat
Contoh Perubahan Wujud Zat
Di Kehidupan Sehari-hari
Mencair
Mencairnyan Es Di kutub Selatan,  Es dalam suhu ruangan lama-lama akan menjadi air, Lilin yang terkena panas,
Membeku
Esbatu, Danau Es
Menguap
Air dalam pakaian yang dijemur menguap terkena panas matahari
Mengembun
Titik-titik air di dalam panci ketika merebus air, munculnya butir-butir air di bagian luar gelas yang di dalamnya terdapat minuman dingin, munculnya embun di pagi hari
Menyublim
Kapur barus, kamper, es kering, butiran es yang tiba-tiba muncul di dalam kulkas,
Dalam zat gas terdapat 3 gerak yaitu
1.    Translasi                    : Berpindah tempat
2.    Rotasi                         : Bergerak berputar
3.    Vibrasi                        : Bergerak dengan bergetar


Mr. Nandang says : jika mengajarkan murid jangan selalu memberikan definisi tapi biarkan anak yang memberikan definisi guru hanya menggambarkan apa yang di maksud



















Dafta Pustaka

Selasa, 09 April 2013

Kimia tentang Zat.


NAMA                                    : Putri Rama Dhanti
KELAS                       :2-a
NPM                           :0371 12 131
NAMA DOSEN         :Dr.Nandang
MATA PELAJAR      :Konsep Kimia Sekolah Dasar
NAMA TUGAS          : Resume Pertemuan ke-2

Tentang         :
1.    Sifat – sifat zat
2.    Ciri-ciri zat
3.    Perubahan zat
4.    Tentang zat campuran
5.    Tentang larutan


1.    Sifat-sifat zat


2.    ciri-ciri zat berdasarkan wujudnya

a.    Zat Padat
Ciri zat padat yaitu bentuk dan volumenya tetap. Contohnya kelereng yang berbentuknya bulat, dipindahkan ke gelas akan tetap berbentuk bulat. Begitu pula dengan volumenya. Volume kelereng akan selalu tetap walaupun berpindah tempat ke dalam gelas. Hal ini disebabkan karena daya tarik antarpartikel zat padat sangat kuat. Pada umumnya zat padat berbentuk kristal (seperti gula pasir atau garam dapur) atau amorf (seperti kaca dan batu granit).
Partikel zat padat memiliki sifat yang menybabkan volume dan bentuk zat padat selalu tetap. Adapun sifat zat padat sebagai berikut:
1)    Letaknya sangat berdekatan
2)    Susunannya teratur
3)    Gerakannya tidak bebas, hanya bergetar dan berputar di tempatnya

b.    Zat Cair
Zat cair mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volumenya tetap. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi renggang, tersusun teratur, gaya tarik antar partikel agak lemah. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat cair mudah berpindah tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya.
Zat cair memiliki volume tetap tetapi bentuk berubah-ubah sesuai dengan yang ditempatinya. Apabila air dimasukkan ke dalam gelas, maka bentuknya seperti gelas, apabila dimasukkan ke dalam botol akan seperti botol. Tetapi volumenya selalu tetap. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi renggang, tersusun teratur, gaya tarik antar partikel agak lemah. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat cair mudah berpindah tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya.
Partikel zat cair memiliki sifat yang menyebabkan volume zat cair tetap dan bentuknya yang berubah-ubah. Adapun sifat zat cair sebagai berikut:
1)     Letaknya berdekatan
2)     Susunannya tidak teratur
3)     Gerakannya agak bebas, sehingga dapat bergeser dari tempatnya, tetapi tidak lepas
dari kelompoknya.

c.    Zat Gas
Ciri dari gas di antaranya bentuk dan volume berubah sesuai dengan tempatnya. Gas yang terdapat di balon memiliki bentuk dan volume yang sama dengan balon. Gas yang terdapat di dalam botol, bentuk dan volumenya sama dengan botol. Partikel-partikel gas bergerak acak ke segala arah dengan kecepatan bergantung pada suhu gas, akibatnya volumenya selalu berubah. Partikel zat gas memiliki sifat seperti berikut:
1)      Letaknya sangat berjauhan
2)      Susunannya tidak teratur
3)     Gerakannya bebas bergerak, sehingga dapat bergeser dari tempatnya dan lepas dari kelompoknya, sehingga dapat memenuhi ruangan
3.  Perubahan Wujud Zat 
1.      Zat padat berubah menjadi zat cair disebut “Mencair atau Pencairan”
Contoh :
Es krim yang berubah menjadi cair terkena suhu panas.
2.      Zat cair berubah menjadi benda padat disebut “Membeku atau Pembekuan “
Contoh :
Membuat agar-agar atau jelly.
3.      Zat padat berubah menjadi zat gas disebut “Menyublim atau Penyubliman “
4.      Zat gas berubah menjadi zat padat disebut “Menghablur atau Penghabluran”
Contoh :
Pembuatan ammonium sulfat dan ammonium nitrat bahan pupuk.
5.      Zat gas berubah menjadi zat cair disebut “Mengembun atau Pengembunan”
Contoh :
Udara lembab dan dingin di pagi hari membuat embun di pucuk daun.
6.      Zat cair berubah menjadi zat gas disebut “Zat cair berubah menjadi zat gas “
Contoh :
Spiritus menguap saat terkena udara.

4. Campuran
Air laut tergolong ke dalam campuran karena air laut terdiri atas air dan berbagai garam. Dari contoh tersebut kita dapat mengetahui bahwa campuran merupakan gabungan dua jenis zat atau lebih.

Campuran mempunyai sifat yang berbeda dengan senyawa. Dalam campuran sifat-sifat komponen tidak hilang. Ketika garam dapur dilarutkan dalam air, kedua zat itu tidak bersenyawa, melainkan bercampur.

Rasa garam sebelum dan sesudah dicampurkan tetap terasa asin, begitu pula dengan air. Air sebelum dicampurkan dan sesudah dicampurkan tetap dapat memadamkan api. Kemudian juga garam dengan air dapat bercampur dalam berbagai komposisi sesuai yang dikehendaki. Tidak demikian halnya dengan bersenyawa. Senyawa mempunyai kompisisi tertentu. Air sebagai contoh, terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan perbandingan atom 2:1 Jadi, kita dapat menyatakan bahwa bersenyawa membentuk zat baru (berlangsung secara kimia), sedangkan bercampur tidak membentuk zat baru (berlangsung secara fisika).

a.    Jenis-Jenis Campuran
Campuran dapat berupa:

1. Campuran homogen
 Ciri:ciri:
1.    Terdiri dari zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). Biasanya, komponen yang lebih banyak jumlahnya disebut sebagai zat pelarut, sedangkan yang lebih sedikit disebut sebagai zat terlarut. Namun, jika larutan berwujud cair, maka komponen cair disebut sebagai zat pelarut.
2.    Serba sama, tidak ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
3.     Tidak dapat disaring
4.    Tidak terdapat lapisan (komponen padat dan cair tidak memisah)

 Contoh:
·         Udara - Air gula
·         Sirup - Air cuka
·         Air hujan – Spirtus

2. Campuran heterogen
Campuran heterogen terdiri atas:

a. Suspensi
Ciri-ciri:
1.    Keruh
2.    Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
3.    Dapat disaring
4.     Mengendap
5.    Terdapat lapisan (kompenen padat dan cair memisah)

 Contoh:
·         Campuran terigu dan air
·         Campuran pasir dan air
·         Bubuk kopi dan air

b. Koloid
 Ciri-ciri:
1.    Keruh
2.    Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya (jika dilihat dengan mikroskop ultra)
3.    Dapat disaring dengan kertas saring ultra
4.     Komponen padat dan cair dapat memisah sendiri dalam waktu relatif lama
5.    Dapat menghamburkan cahaya
Contoh:
·         Air susu - Cat – Tinta
·         santan - Asap – Kabut
Homogen :
Campuran homogen disebut juga larutan
Contoh campuran homogen adalah teh dan susu
larutan teh dan susu merupakan contoh campuran homogen karena tidak bisa lagi membedakan komponen-komponen penyusun larutan tersebut, seperti bubuk susu, air,dan gula. Karena komponen-komponen dalam larutan ini sudah tercampur menjadi satu dan memiliki susunan komponen yang sama di semua bagian larutan.

Heterogen :
Campuran heterogen merupakan campuran yang penyusunnya tidak seragam atau tidak sama.
contoh campuran heterogen adalah campuran antara tanah dengan batu krikil:
campuran antara tanah dan batu krikil merupakan contoh campuran heterogen karena masih dapat membedakan komponen-komponen penyusunnya. Seperti didalam kehidupan sehari-hari masih dapat membedakan komponen penyusun campuran antara tanah dan batu krikil karena di semua bagian campuran tersebut tidak seragam sehingga kita bisa membedakannya.

5.Larutan
larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi.
Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti garam atau gula dilarutkan dalam air. Gas juga dapat pula dilarutkan dalam cairan, misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi (campuran logam) dan mineral tertentu.

a.    Konsentrasi

Konsentrasi larutan menyatakan secara kuantitatif komposisi zat terlarut dan pelarut di dalam larutan. Konsentrasi umumnya dinyatakan dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah total zat dalam larutan, atau dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah pelarut. Contoh beberapa satuan konsentrasi adalah molar, molal, dan bagian per juta (part per million, ppm). Sementara itu, secara kualitatif, komposisi larutan dapat dinyatakan sebagai encer (berkonsentrasi rendah) atau pekat (berkonsentrasi tinggi).

b.    Pelarutan

Ion natrium tersolvasi oleh molekul-molekul air
Molekul komponen-komponen larutan berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. Pada proses pelarutan, tarikan antarpartikel komponen murni terpecah dan tergantikan dengan tarikan antara pelarut dengan zat terlarut. Terutama jika pelarut dan zat terlarut sama-sama polar, akan terbentuk suatu sruktur zat pelarut mengelilingi zat terlarut; hal ini memungkinkan interaksi antara zat terlarut dan pelarut tetap stabil.
Bila komponen zat terlarut ditambahkan terus-menerus ke dalam pelarut, pada suatu titik komponen yang ditambahkan tidak akan dapat larut lagi. Misalnya, jika zat terlarutnya berupa padatan dan pelarutnya berupa cairan, pada suatu titik padatan tersebut tidak dapat larut lagi dan terbentuklah endapan. Jumlah zat terlarut dalam larutan tersebut adalah maksimal, dan larutannya disebut sebagai larutan jenuh. Titik tercapainya keadaan jenuh larutan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti suhu, tekanan, dan kontaminasi. Secara umum, kelarutan suatu zat (yaitu jumlah suatu zat yang dapat terlarut dalam pelarut tertentu) sebanding terhadap suhu. Hal ini terutama berlaku pada zat padat, walaupun ada perkecualian. Kelarutan zat cair dalam zat cair lainnya secara umum kurang peka terhadap suhu daripada kelarutan padatan atau gas dalam zat cair. Kelarutan gas dalam air umumnya berbanding terbalik terhadap suhu.

c.    Larutan ideal

Bila interaksi antarmolekul komponen-komponen larutan sama besar dengan interaksi antarmolekul komponen-komponen tersebut pada keadaan murni, terbentuklah suatu idealisasi yang disebut larutan ideal. Larutan ideal mematuhi hukum Raoult, yaitu bahwa tekanan uap pelarut (cair) berbanding tepat lurus dengan fraksi mol pelarut dalam larutan. Larutan yang benar-benar ideal tidak terdapat di alam, namun beberapa larutan memenuhi hukum Raoult sampai batas-batas tertentu. Contoh larutan yang dapat dianggap ideal adalah campuran benzena dan toluena.
Ciri lain larutan ideal adalah bahwa volumenya merupakan penjumlahan tepat volume komponen-komponen penyusunnya. Pada larutan non-ideal, penjumlahan volume zat terlarut murni dan pelarut murni tidaklah sama dengan volume larutan.

d.    Sifat koligatif larutan

Larutan cair encer menunjukkan sifat-sifat yang bergantung pada efek kolektif jumlah partikel terlarut, disebut sifat koligatif (dari kata Latin colligare, "mengumpul bersama"). Sifat koligatif meliputi penurunan tekanan uap, peningkatan titik didih, penurunan titik beku, dan gejala tekanan osmotik.


e.    Jenis-jenis larutan

Larutan dapat diklasifikasikan misalnya berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-komponennya.
Contoh larutan
Zat terlarut
Gas
Cairan
Padatan
Pelarut
Gas
Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen)
Uap air di udara (kelembapan)
Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara
Cairan
Etanol dalam air; campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi)
Sukrosa (gula) dalam air; natrium klorida (garam dapur) dalam air; amalgam emas dalam raksa
Padatan
Hidrogen larut dalam logam, misalnya platina
Air dalam arang aktif; uap air dalam kayu
Aloi logam seperti baja dan duralumin
Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik, larutan dapat dibedakan sebagai larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Larutan elektrolit mengandung zat elektrolit sehingga dapat menghantarkan listrik, sementara larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik.