Jakarta, 15 Mei 2013
Aku bersiap-siap untuk berangkat menuju Bumi
Perkemahan cibubur untuk mewakili cabang Jakarta Selatan dalam rangka
‘Perkemahan Bhakti se-DKI Jakarta. Aku dan teman-temanku janjian untuk
berkumpul di Kesekrtariatan Kwartir Cabang di Jalan Kebagusan, dengan komitmen
yang baik pukul 07.00 Wib kami sudah berkumpul.
Jam 07.30 kami berangkat menuju bumi
perkemahan sampai disana tepat pukul 09.00, kebetulan aku adalah ketua sangga
putri aku bergegas untuk mendaftar ulang atau biasa disebut re-registrasi.. aku
melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau di lokasi sudah ramai dengan anggota
pramuka lainnya yang datang dari berbagai cabang daerah DKI Jakarta tapi
anehnya setelah aku daftar ulang ternyata eh ternyata aku malah mendapat nomor
urut pertama lalu sanggaku mendapat wilayah tenda di kebayoran lama Jakarta
Selatan 1. Awalnya aku tidak ingin mengikuti kegiatan ini karena sedang
berlangsung Ujian Tengah Semester (UTS), dan aku memutuskan untuk mengikuti
kegiatan Perkemahan Bhakti ini dan aku memilih susulan untuk akademik yang aku
tempuh.
Pukul 13.00 pun kami akan
melakukan upacara pembukaan yang dibuka oleh ketua Dewan Kerja Daerah yaitu kak
Rasyid setelah dibuka acara selanjutnya adalah menikmati sore hari di isi
dengan kegiatan masing-masing peserta seperti sholat mandi dan lain sebagainya.
Kegiatan ini di ikuti dengan Anggota Pramuka yang Bergolongan Penegak dan
Pandega jadi tidak ada golongan Penggalang apalagi Siaga. Matahari pun terbenam
kami bergegas untuk datang ke lapangan karena akan ada kegiatan lagi dengan
menggunakan baju tidur seadanya kami datang ke lapangan dan kami langsung
berfoto-foto sebelum acara dimulai. Malam ini acaranya adalah sosialisasi
Messenger Of Piece atau kalau biasa disebut MOP, MOP adalah sebuah organisasi
yang menghimpun orang-orang yang menyukai kedamaian dan memberikan hidupnya
untuk memberikan energy positif kepada siapa saja yang ditemui kebetulan salah
satu orang yang ada dalam organisasi MOP ini adalah Kak Haris Nizam yang
menyutradarai film ‘Hasduk Berpola dan Surat Kecil Untuk Tuhan’. Aku sekarang
tau untuk apa aku hidup dan bagaimana aku memaknai kehidupan. Saya melihat
semua peserta perkemahan sangat
menikmati rangkaian acara
yang dilaksanakan panitia.sosialisasi selesai kami bergegas untuk jelajah mimpi
alias tidur.
Pukul 05.00 alarm di handpone ku berbunyi
dengan keras dan nyaring, aku bergegas membangunkan teman-temanku didalam tenda
untuk melakukan sholat dan juga kegiatan pagi lainnya. Acara pagi inipun
dimulai kami segera menuju ke lapangan bersama peserta lainnya. Hari ini
kegiatanya adalah ‘Bhakti Masyarakat’ kampong tendaku kebagian untuk Bhakti ke
TPU Munjul yang berada tidak jauh dari Bumi Perkemahan Cibubur.
Awalnya aku tidak menyangka kalau aku dan
teman-temanku mendapat bagian bhakti di TPU, tetapi kami sangat menikmati semua
bekerja tidak ada yang diam saja. Semua peserta melakukan pekerjaan ada yang
menyabuti rumput kuburan ada yang menyapu dan ada juga yang membersihkan.
Didalam kegiatan ini aku jadi merenung sejenak dan membuat aku sadar kalau
dunia ini hanya sementara semua pasti akan kembali kepada sang penciptanya
entah kapan waktunya hanya tinggal menunggu. Kegiatan hari ini sangat
berkualitas menurutku meskipun aku jarang bahkan sangat jarang membersihkan
makam orang tua ku sendiri tapi dengan aku membersihkan makam yang ada di TPU
Munjul ini orang tua ku pasti senang dan bahagia melihatnya. Aku suka dengan
peserta perkemahan ini karena semuanya kompak tidak ada yang berlebihan atau
anak muda sekarang bilang ‘lebay’ meskipun melihat ular atau melihat binatang
tidak ada yang jiji semua tetap kerja di TPU, wajah-wajah ikhlas Nampak dari
kejauhan terdengar suara tertawa dengan damai hati mengatakan indahnya
kebersamaan. Peserta yang lainnya pun ada yang sedang bhakti di Mushola, Paud,
dan Panti asuhan.
Pukul
16.00 pun datang kami mengalami lapar hebat karena belum makan siang, kami
bergegas menuju tenda untuk melakukan kegiatan mengisi perut, perjalanan dari
Tenda-TPU atau TPU-Tenda menempuh waktu 1 jam perjalanan karena sangat jauh
untuk jalan kaki. Meskipun perjalanan 1 jam kami semua happy dan enjoy.
Sesampainya di tenda aku pun bergegas untuk mengambil makanan diruang yang
disediakan panitia, makan pun dimulai dengan muka bahagia dan tawa yang
terdengar dari tenda sebelah. Kegiatan makan kali ini diiringi dengan
berdiskusi untuk persiapan pentas seni nanti malam setelah menemukan hasil
diskusi kami pun bergegas untuk datang ke tenda Pria untuk melakukan latihan
bersama. Kami memutuskan untuk menampilkan seni khas Dki Jakatrata yaitu Palang
pintu dan juga salah satu seni bela diri yang biasa disebut dengan Pancak silat
kebetulan di kegiatan pentas seni ini aku tidak ikut berpatisipasi di atas
panggung, aku mendukung dari bawah bersama teman-teman yang juga tidak naik ke
atas panggung.
Pukul
20.00 pun datang aku dan teman-teman bergegas untuk ke tenda Pria untuk melihat
sejauh mana kesiapan mereka ternyata mereka lebih siap dibanding Putri. Kami
melakukan briefing sebentar dan suara dari kejauhan sudah mulai terdengar.
Suara merdu dari seorang biduan yang cantik jelita juga aduhai sudah mulai
membuat kami tidak tahan untuk berangkat menuju panggung yang sudah disediakan.
Kami bergegas menuju panggung untuk melihat hiburan yang sudah disediakan oleh
panitia meskipun briefing belum selesai. Acara yang semua peserta tunggu pun
datang dengan pemandu acara yang sedikit cuco yaitu kak Erwin, dengan
lenggoknya dia memanggil masing-masing cabang yang datang pada kegiatan ini
“mana Pulau seribuuuuuuuu?” , “mana Jakarta Utara ?”, “Mana Jakarta Timur
?’’,”mana Jakarta Barat ?”, “dan yang terakhir mana Jakarta selatan ?” kami pun
dengan spontan bangun dan berteriak dengan yel-yel khas Jakarta selatan dengan
bunyi “sempak sempak selatan kompak” tidak lama kembang api pun bermunculan
dilangit penuh bintang. Aku merasa beruntung karena aku berada dalam kegiatan
positif ini, setelah di kocok untuk penampilan ternyata kami mendapatkan nomor
urut pertama. Luar biasa hebatnya untung kami sudah mempersiapkannya meskipun
semua serba improvisasi tapi semua takjub dengan penampilan dari Jakarta
selatan.
Malam
ini malam terkahir jadi aku dan teman-teman memutuskan untuk tidur larut malam,
ada peserta yang cinta lokasi dengan pria dari cabang lain. Aku hanya bisa
tersenyum melihat keindahan masa mudaku dengan kegiatan kegiatan positif
selalu. Larut malam datang aku bergegas untuk menyuruh anggota tendaku untuk
tidur dan jelajah mimpi. Saat mereka tidur akupun ikut tidur didalam gelapnya
malam yang diiringi suara jangkrik.
Alarm
ku kembali berbunyi meskipun aku dan teman-teman ku baru tidur beberapa jam.
Kami bersiap-siap untuk keperluan pribadi mandi sarapan sholat dan senam
pramuka adalah kegiatan rutin pagi yang diselanggarakan panitia. Hari ini
acaranya adalah outbound dari “Gravitasi”.
Dengan
pakaian hitam-hitam kami bergegas menuju lapangan. Beberapa permainan diberikan
kepada peserta tidak lama salah satu anggota tenda ku mengalami kambuhnya asma
kebetulan dia lupa membawa obat dan lupa membawa oksigen. Aku sebagai ketua
tenda merasa sangat bersalah melihat teman setenda ku megap-megap Karena asma
akhirnya panitia pun membawa temanku yang bernama Anisa ini ke klini Saka
Bhakti Husada yang ada di dekat dengan Bumi Perkemahan Cibubur ini. Aku diajak
panitia untuk ikut dengan membawa tas Anisa yang berisi barang-barang
berharganya dia. Awalnya aku adalah tipe orang yang sangat amat tidak tega
ketika melihat orang sakit jadi saat itu ketika suasana hati sedang ceria pas
melihat anisa megap-megap aku jadi nangis dan sedih sendirian meskipun sudah
ada yang menangani. Anisa pun pulih aku dan dia pulang menuju tenda. Anisa
adalah anggota tendaku yang aku utus untuk penyematan disaat upacara pembukaan
maupun upacara penutupan tapi melihat kondisinya Anisa aku memutuskan untuk
menyuruh anggota yang lain yaitu Laras tapi Anisa tetap keras dan yakin kalau
dia bisa, dengan pasrah aku memberikan Anisa izin untuk menjadi petugas
meskipun was-was selalu menghantui.Upacara Penutupan pun datang kami sudah
packing dan re-packing agar tidak ada yang tertinggal dan bergegas menuju
lapangan untuk melakukan upacara penutupan. Setelah upacara selesai kami
bergegas pulang menuju Kesertariatan Kwartir Cabang Jakarta selatan. Awalnya
aku bingung akan pulang kerumah dengan siapa ternyata ada yang menawariku untuk
pulang bareng yaitu Lessa anggota tendaku yang rumahnya dekat denganku.
*SELESAI*