Putri Ramadhanti's zone...

hai.. nama aku dhanti panggil aja aku dhanti, atau dhan.. aku cuma anak perempuan biasa.. tapi aku juga insya allah jadi seorang guru.. aku hidup dengan kedua orang tua ku dan satu adik.. tapi ibuku sudah pergi meninggalkan aku, meskipun ibu sudah pergi terlebih dulu tapi aku tetap sayang dan cinta dengan ibu selamanya.....

Minggu, 31 Maret 2013

Tugas Pertemuan ke 1 Kimia Dasar tentang Asal-usul IPA Materi dan Perubahannya serta ukurannya


Nama                                                 : Putri Rama Dhanti
Kelas                                      : 2-A
NPM                                       : 0371 12 131
Dosen Pengampu               : dr.Nandang Hidayat, M.Pd
Mata Kuliah                          : Konsep Dasar Kimia Sekola Dasar
Tanggal Mengerjakan         : 28 Maret 2013
Keterangan                           : Ringkasan Pertemuan ke-1 (Asal Usul   
  IPA,Materi dan Perubahannya, Pengukuran   
  Materi)



Pertemuan Minggu ke-1 dengan Materi asal usul Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau biasa disebut Sains.

Apakah Ilmu Pengetahuan Alam itu ? lalu teman saya menjawab ilmu pengetahuan alam itu ilmu yang mempelajari alam kemudian mr Nandang bertanya apakah alam gaib juga termasuk dan setelah itu perkuliahan dimulai. Baru saya tahu kalau pengertian IPA itu sangat luas dan banyak sekali cabangnya. Ternyata pengertian IPA itu bisa di artikan sebagai berikut :
v  IPA
·         Produk
o   Konsep
o   Fakta
o   Prinsip
o   Teori
·         Proses Sains
o   Penelitian atau Penyelidikan dengan menggunakan Metode Ilmiah
·         Sikap ilmiah
o   Komitmen
o   Disiplin
o   Berani
o   Rasa ingin tahu yang besar
o   Kreatif
o   Rendag hati
o   Tidak mudah putus asa

Jadi, IPA itu sejumlah Produk Sains yang sudah dikuasai oleh manusia dan dapat dijangkau oleh alat Indera Manusia.


Cara-cara menyusun Metode Ilmiah antara lain :
1.    Masalah
  • Topik
    yaitu dengan dengan cara memilih secara teliti panduan pertanyaan :
    • Apakah masalah berguna dan cukup penting di persoalkan
    • Apakah membahas masalah ini akan menghasilkan sesuatu yang baru/konkrit
    • Apakah masalah yang ditulis menarik perhatian dan minat penulis
    • Apakah masalah yang dibahas cukup terbatas (tidak terlalu luas) agar dalam pengumpulan data informasi dan fakta yang spesifik
    • Jika terlalu luas maka tidak akan terarah dan pembahasan menjadi dangkal
    • Apakah untuk pembahasan tersedia dat, hal ini memungkinkan pelaksaan tindakan untuk pememcahan masalahanya
    • Pembahasan perlu data dan kepustakaan yang cukup
    • Apakah masalah yang ada dapat dipecahkan dengan fasilitas yang ada dan memapuan penulis.
  • 4 hal yag harus dipenuhi agar masalah dapat dipilih
1.    Sesuai dengan minat peneliti
§  Minat : Tekun, tidak putus asa bila ada kendala
§  Tidak minat : tidak bergairah, hasil menjadi kurang baik bahkan gagal
§  Berkaitan dengan keahlian
§  Secara etis di persyaratan penulisan karya ilmiah harus sesuai dengan bidang keahlian → lebih baik dan dapat dipertanggung jawabkan

2.    Dapat Dilaksanakan
§  Kemampuan peneliti → Penguasaan teori dan menguasai metode pemecahanan masalahnya
§  Waktu yang cukup → bila waktu tidak cukup maka karya ilmiah tidak selesai
§  Tenaga untuk melaksanakan :
* Membuat Proposal
* Mengumpulkan Data
*Mengolah Data
* Membuat Pembahasan
§  Dana yang tersedia
3.    Tersedia Faktor Pendukung
§  Data Tersedia
§  ada izin dari yang berwenang
4.    Hasil Penelitian yang bermanfaat
§  Bagi perkembangan ilmu pengetahuan
§  masyarakat pada umumnya
                Sumber Masalah
0.    Pengalaman dan pengamatan pribadi
1.    Pengalaman orang lain
§  Publikasi media cetak (buku, artikel, koran dll)
§  Kuliah, ceramah, seminar dll.
2.    Pengungkapan pengalaman dengan orang lain melalui wawancara
2.Fakta
Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasar-kan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis


3.Hipotesis
Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.

4.Percobaan
Setelah hipotesa-hipotesa ditetapkan. kerja selanjutnya adalah merumuskan cara-cara untuk menguji hipotesa tersebut. Pada ilmu-ilmu sosial yang telah lebih berkembang. scperti ilmu ekonomi misalnva. pcnguji’an hipotesa didasarkan pada kerangka analisa (analytical framework) yang telah ditetapkan. Model matematis dapat juga dibuat untuk mengrefleksikan hubungan antarfenomena yang secara implisif terdapal dalam hipotesa. untuk diuji dengan teknik statistik yang tersedia.
Pcngujian hipotesa menghendaki data yang dikumpulkan untuk keperluan tersebut. Data tersebut bisa saja data prime ataupun data sekunder yang akan dikumpulkan oleh peneliti.

5.Kesimpulan
Setelah tafsiran diberikan, maka peneliti membuat generalisasi dari penemuan-penemuan, dan selanjutnya memberikan beberapa kesimpulan. Kesimpulan dan generalisasi ini harus berkaitan dengan hipotesa. Apakah hipotesa benar untuk diterima. ataukah hiporesa tersebut ditolak.

Sedangkan Kimia itu berbicara tentang materi dan perubahan reaksi, sintesis, reaksi, energy dan sifat-sifat benda.

 “Jika menjelaskan ke murid harus di mulai dari contoh biarkan murid yang berpendapat sendiri tentang pengertiannya”
















Fokus kajian ilmu kimia adalah materi dan
Perubahannya:
  Jenis dan struktur materi
  sifat-sifat materi atau zat
  Perubahan materi
  Energi yang menyertai perubahan materi

Wujud Materi
  Prinsip                       Semua materi dapat berada dalam 3
                                                wujud/fasa, yaitu: Padat (s), Cair (l), dan
                                                Gas (g)
  Padat                         Benda yg rigid (kaku) dengan bentuk
                                                pasti
  Cair                            Bersifat  fluida  ( dapat mengalir dan
                                                mengambil bentuk sesuai tempatnya)
  Gas                             Bersifat fluida dan dapat memuai
                                                tanpa batas


1.    Campuran
Air laut tergolong ke dalam campuran karena air laut terdiri atas air dan berbagai garam. Dari contoh tersebut kita dapat mengetahui bahwa campuran merupakan gabungan dua jenis zat atau lebih.

Campuran mempunyai sifat yang berbeda dengan senyawa. Dalam campuran sifat-sifat komponen tidak hilang. Ketika garam dapur dilarutkan dalam air, kedua zat itu tidak bersenyawa, melainkan bercampur.

Rasa garam sebelum dan sesudah dicampurkan tetap terasa asin, begitu pula dengan air. Air sebelum dicampurkan dan sesudah dicampurkan tetap dapat memadamkan api. Kemudian juga garam dengan air dapat bercampur dalam berbagai komposisi sesuai yang dikehendaki. Tidak demikian halnya dengan bersenyawa. Senyawa mempunyai kompisisi tertentu. Air sebagai contoh, terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan perbandingan atom 2:1 Jadi, kita dapat menyatakan bahwa bersenyawa membentuk zat baru (berlangsung secara kimia), sedangkan bercampur tidak membentuk zat baru (berlangsung secara fisika).

Jenis-Jenis Campuran
Campuran dapat berupa:

1. Campuran homogen
 Ciri:ciri:
1.    Terdiri dari zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). Biasanya, komponen yang lebih banyak jumlahnya disebut sebagai zat pelarut, sedangkan yang lebih sedikit disebut sebagai zat terlarut. Namun, jika larutan berwujud cair, maka komponen cair disebut sebagai zat pelarut.
2.    Serba sama, tidak ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
3.     Tidak dapat disaring
4.    Tidak terdapat lapisan (komponen padat dan cair tidak memisah)

 Contoh:
·         Udara - Air gula
·         Sirup - Air cuka
·         Air hujan – Spirtus


2. Campuran heterogen
Campuran heterogen terdiri atas:

a. Suspensi
Ciri-ciri:
1.    Keruh
2.    Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
3.    Dapat disaring
4.     Mengendap
5.    Terdapat lapisan (kompenen padat dan cair memisah)

 Contoh:
·         Campuran terigu dan air
·         Campuran pasir dan air
·         Bubuk kopi dan air

b. Koloid
 Ciri-ciri:
1.    Keruh
2.    Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya (jika dilihat dengan mikroskop ultra)
3.    Dapat disaring dengan kertas saring ultra
4.     Komponen padat dan cair dapat memisah sendiri dalam waktu relatif lama
5.    Dapat menghamburkan cahaya
Contoh:
·         Air susu - Cat – Tinta
·         santan - Asap – Kabut


Homogen :
Campuran homogen disebut juga larutan
Contoh campuran homogen adalah teh dan susu
larutan teh dan susu merupakan contoh campuran homogen karena tidak bisa lagi membedakan komponen-komponen penyusun larutan tersebut, seperti bubuk susu, air,dan gula. Karena komponen-komponen dalam larutan ini sudah tercampur menjadi satu dan memiliki susunan komponen yang sama di semua bagian larutan.

Heterogen :
Campuran heterogen merupakan campuran yang penyusunnya tidak seragam atau tidak sama.
contoh campuran heterogen adalah campuran antara tanah dengan batu krikil:
campuran antara tanah dan batu krikil merupakan contoh campuran heterogen karena masih dapat membedakan komponen-komponen penyusunnya. Seperti didalam kehidupan sehari-hari masih dapat membedakan komponen penyusun campuran antara tanah dan batu krikil karena di semua bagian campuran tersebut tidak seragam sehingga kita bisa membedakannya.



2.    Zat Murni ( Zat Tunggal )
Zat Murni adalah Materi yang memiliki susunan tertentu/ tetap dan sifat-sifatnya tertentu pula dan terbagi menjadi dua diantaranya ada Unsur dan juga Senyawa. Contoh : Belerang, emas, air, perak, etanol, garam dapur, CO2.

1.    Unsur
Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Penulisan lambang unsur mengikuti aturan sebagai berikut:
1.    Lambang unsur diambil dari singkatan nama unsur. Beberapa lambang unsur berasal dari bahasa Latin atau Yunani nama unsur tersebut. Misalnya Fe dari kata ferrum (bahasa latin) sebagai lambang unsur besi.

2.    Lambang unsur ditulis dengan satu huruf kapital.

3.    Untuk Unsur yang dilambangkan dengan lebih dengan satu huruf, huruf pertama lambang ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua/ketiga ditulis dengan huruf kecil.

4.    Unsur-unsur yang memiliki nama dengan huruf pertama sama maka huruf pertama lambang unsur diambil dari huruf pertama nama unsur dan huruf kedua diambil dari huruf lain yang terdapat pada nama unsur tersebut. Misalnya, Ra untuk radium dan Rn untuk radon.

5.    Pada suhu kamar (25 C) unsur dapat berwujud Padat, Cair,dan Gas, secara umum unsur terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
·         Unsur Logam: umumnya unsur logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat dibengkokan  , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik.
·         Unsur Non Logam: umumnya memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik

2.    Senyawa

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya, karat besi (hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O). Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi penguraian.
Senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapt diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair.



Perbedaan Atom, Molekul, dan Ion

Partikel adalah sebuah satuan dasar dari benda atau materi. Bisa juga dikatakan Partikel merupakan satuan bagian terkecil dari suatu materi. Jenis Partikel ini ada 3 yaitu: atom, molekul, dan ion. Jadi baik atom, molekul, dan ion ke tiga-nya merupakan satuan terkecil dari materi yg secara umum disebut partikel
1.    Atom
Atom adalah: Satuan terkecil dari suatu materi yang terdiri atas inti, yang biasanya mengandung proton (muatan+) dan neutron (netral), dan kulit yang berisi muatan negatif yaitu elektron. Ada juga yang menyebutkan bahwa atom adalah partikel penyusun unsur.
Kedua pengetian ini semuanya benar. Yang pasti atom itu :
·         Punya proton, neutron, elektron, (kecuali pd Hidrogen-1, yg tidak memiliki neutron)
·         Punya karekteristik tertentu, yaitu punya jumlah proton dan elektron yang sama (jika tdk sama disebut ion)
·         Atom-atom yang punya karakteristik yang sama dinamakan unsur,

Analogi sederhana: Setiap orang yang sering membaca, kita sebut sikutu buku, ceritanya kita punya 4 teman yang punya hobi membaca, sehingga kita simpulkan keempat teman kita ini sikutubuku karena punya kebiasaan yang sama. Jadi
teman kita= atom,
sama2 hobi baca= punya jumlah proton&elektron sama/ berkarakter sama,
sikutu buku=unsur

2.    Molekul
Molekul adalah Gabungan dari beberapa atom unsur, bisa dua atau lebih. Artinya ketika berbicara molekul maka yang dibayangkan adalah gabungan atom-atom (bukan 1 atom). Molekul adalah partikel terkecil dari suatu unsur/senyawa
·         jika gabungan dari atom unsur yang sama jenisnya maka disebut Molekul Unsur, Contohnya: O2, H2, O3, S8
·         Jika gabungan dari atom unsur yang berbeda jenisnya maka disebut Molekul Senyawa, Contohnya: H2O, CO2, C2H5
3.    Ion
Ion adalah: atom yang bermuatan listrik, ion yang bermuatan listrik disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Kation dan anion dapat berupa ion tunggal hanya terdiri dari satu jenis atom atau dapat pula berupa ion poliatom mengandung dua atau lebih atom yang berbeda.


Pengukuran Materi

Pengukuran adalah kegiatan membandingkan nilai besaran yang diukur dengan alat ukur yang ditetapkan sebagai satuan. Contoh: mengukur panjang meja dengan sebatang pensil (panjang meja sebagai besaran, pensil sebagai alat ukur, dan panjang pensil sebagai satuannya).
A.   BESARAN
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai.
Jika ditinjau dari arah dan nilainya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1. Besaran skalar, yaitu besaran yang hanya memiliki nilai tanpa memiliki arah. Contoh: massa, panjang, waktu, energi, usaha, suhu, kelajuan dan jarak.
2. Besaran vektor, yaitu besaran yang memiliki nilai dan arah. Contoh: gaya, berat, kuat arus, kecepatan, percepatan dan perpindahan.
Sedangkan, berdasarkan jenis satuannya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
a. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan lebih dahulu dan tidak tersusun atas besaran lain. Besaran pokok terdiri atas tujuh besaran. Tujuh besaran pokok dan satuannya berdasarkan sistem satuan internasional (SI) sebagaimana yang tertera pada tabel berikut:


Tabel Besaran Pokok dan Satuannya
Besaran Pokok
Satuan SI
Massa
kilogram (kg)
Panjang
meter (m)
Waktu
sekon (s)
Kuat Arus
ampere (A)
Suhu
kelvin (K)
Intensitas Cahaya
candela (Cd)
Jumlah Zat
mole (mol)

Sistem satuan internasional (SI) artinya sistem satuan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, yang berlaku secara internasional.


b. Besaran Turunan
Besaran turunan merupakan kombinasi dari satuan-satuan besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah luas suatu daerah persegi panjang. Luas sama dengan panjang dikali lebar, dimana panjang dan lebar keduanya merupakan satuan panjang. Perhatikan tabel besaran turunan, satuan dan dimensi di bawah ini.
Tabel Besaran Turunan dan Satuannya
Besaran Turunan
Satuan SI
Gaya (F)
kg.m.s-2
Massa Jenis (p)
kg.m-3
Usaha (W)
kg.m2.s-2
Tekanan (P)
kg.m-1.s-2
Percepatan
m.s-2
Luas (A)
m2
Kecepatan (v)
m.s-1
Volume (V)
m3



B.   SATUAN
Satuan adalah ukuran dari suatu besaran yang digunakan untuk mengukur. Jenis-jenis satuan yaitu: 
a. Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya secara internasional tau disebut dengan satuan internasional (SI).
Contoh: meter, kilogram, dan detik.

Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua
, yaitu:
1. Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)
Tabel Satuan Baku
Besaran Pokok
Satuan MKS
Satuan CGS
Massa
kilogram (kg)
gram (g)
Panjang
meter (m)
centimeter (cm)
Waktu
sekon (s)
sekon (s)
Kuat Arus
ampere (A)
statampere (statA)
Suhu
kelvin (K)
kelvin (K)
Intensitas Cahaya
candela (Cd)
candela (Cd)
Jumlah Zat
kilomole (mol)
mol

b. Satuan Tidak Baku
Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional dan hanya digunakan pada suatu wilayah tertentu.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.

C.   ALAT UKUR
Alat Ukur adalah sesuatu yang digunakan untuk mengukur suatu besaran.
Berbagai macam alat ukur memiliki tingkat ketelitian tertentu. Hal ini bergantung pada skala terkecil alat ukur tersebut. Semakin kecil skala yang tertera pada alat ukur maka semakin tinggi ketelitian alat ukur tersebut. Beberapa contoh alat ukur sesuai dengan besarannya, yaitu:

a. Alat Ukur Panjang 
1. Mistar (Penggaris)
Mistar adalah ala ukur panjang dengan ketelitian sampai 0,1 cm atau 1 mm. Pada pembacaan skala, kedudukan mata pengamat harus tegak lurus dengan skala mistar yang di baca.
2. Jangka Sorong
Jangka sorong dipakai untuk mengukur suatu benda dengan panjang yang kurang dari 1mm. Skala terkecil atau tingkat ketelitian pengukurannya sampai dengan 0,01 cm atau 0,1 mm. Umumnya, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, diameter bola, ebal uang logam, dan diameter bagian dalam tabung.
Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu:

a). Skala Utama/tetap, yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong.
b). Skala Nonius, yaitu skala yang terdapat pada rahang sorong yang dapa bergeser/digerakan.

3. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang dengan ingkat ketelitian terkecil yaiu 0,01 mm atau 0,001 cm.
Skala terkecil (skala nonius) pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala utama terdapat pada rahang tetap.
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang sangat tipis. 

b. Alat Ukur Massa
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berdasarkan cara kerjanya dan keelitiannya neraca dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Neraca digital, yaitu neraca yang bekerja dengan sistem elektronik. Tingkat ketelitiannya hingga 0,001g.

2. Neraca O'Hauss, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian hingga 0.01 g.

3. Neraca sama lengan, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian mencapai 1 mg atau 0,001 g.








c. Alat Ukur Waktu
Satuan internasional untuk waktu adalah detik atau sekon. Satu sekon standar adalah waktu yang dibuuhkan oleh atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
Alat yang digunakan untuk mengukur waktu, antara lain jam matahari, jam dinding, arloji (dengan ketelitian 1 sekon), dan stopwatch (ketelitian 0,1 sekon).



Massa dan Berat
Massa dan berat merupakan dua hal yang berbeda, meskipun dalam keseharian orang sering mencampuradukkan pengertian keduanya.

Perbedaan massa dan berat
ü  Massa adalah ukuran inersia suatu benda atau ukuran jumlah zat yang dikandung oleh suatu benda. Massa benda adalah besaran skalar. Makin besar massa suatu benda, makin sulit mengubah keadaan gerak benda tersebut.
Semakin besar massa benda, semakin sulit menggerakannya dari keadaan diam, atau menghentikannya ketika sedang bergerak atau merubah gerakannya keluar dari lintasannya yang lurus. Kita dapat mengatakan bahwa semakin besar massa benda, semakin besar hambatan benda tersebut untuk dipercepat.

·         Menyatakan banyaknya materi yang terkandung pada suatu benda.
·         Besarnya di mana-mana tetap
·         Termasuk besaran skalar (besaran yang hanya memiliki besar saja, tidak memperhitungkan arah)
·         Satuan dalam internasional (SI) adalah kilogram
·         Diukur dengan menggunakan neraca Ohauss




ü  Berat adalah gaya gravitasional yang dilakukan oleh Bumi pada suatu benda yang arahnya menuju ke pusat Bumi. Berat sebuah benda adalah besaran vektor. Vektor berat benda selalu digambarkan berarah tegak lurus ke bawah, di manapun posisi benda diletakan, baik pada bidang horisontal, bidang miring, atau pada bidang tegak.
Jadi perbedaan massa suatu benda tetap di mana saja benda berada, sedangkan berat suatu benda bergantung pada percepatan gravitasi di tempat di mana benda berada. Hubungan antara massa dan berat :
Berat (W) = m.g
              m = massa
              g  = gaya gravitasi
·         Menyatakan besarnya gaya tarik gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda
·         Besarnya berubah-ubah sesuai kedudukannya (tergantung pada percepatan gravitasi di tempat tersebut).
·         Semakin jauh dari pusat bumi berat suatu benda semakin berkurang. Demikian juga berat benda di kutub akan lebih besar dibandingkan berat benda di khatulistiwa.
·         Termasuk besaran vektor (besaran yang memiliki besar dan arah)
·         Satuan dalam internasional (SI) adalah newton
·         Diukur dengan menggunakan neraca pegas (dinamometer)

 



Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar