Nama : Putri Rama Dhanti
Kelas : 2-A
NPM : 0371 12 131
Dosen Pengampu : dr.Nandang
Hidayat, M.Pd
Mata Kuliah : Konsep Dasar Kimia Sekola Dasar
Tanggal Mengerjakan : 28 Maret 2013
Keterangan :
Ringkasan Pertemuan ke-1 (Asal Usul
IPA,Materi dan Perubahannya, Pengukuran
Materi)
Pertemuan Minggu ke-1 dengan Materi asal usul
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau biasa disebut Sains.
Apakah Ilmu Pengetahuan Alam itu ? lalu teman
saya menjawab ilmu pengetahuan alam itu ilmu yang mempelajari alam kemudian mr
Nandang bertanya apakah alam gaib juga termasuk dan setelah itu perkuliahan
dimulai. Baru saya tahu kalau pengertian IPA itu sangat luas dan banyak sekali
cabangnya. Ternyata pengertian IPA itu bisa di artikan sebagai berikut :
v IPA
·
Produk
o
Konsep
o
Fakta
o
Prinsip
o
Teori
·
Proses
Sains
o
Penelitian atau Penyelidikan dengan
menggunakan Metode Ilmiah
·
Sikap
ilmiah
o
Komitmen
o
Disiplin
o
Berani
o
Rasa ingin tahu yang besar
o
Kreatif
o
Rendag hati
o
Tidak mudah putus asa
Jadi, IPA itu sejumlah Produk Sains yang
sudah dikuasai oleh manusia dan dapat dijangkau oleh alat Indera Manusia.
Cara-cara menyusun Metode Ilmiah antara lain
:
1.
Masalah
- Topik
yaitu dengan dengan cara memilih secara teliti panduan pertanyaan : - Apakah
masalah berguna dan cukup penting di persoalkan
- Apakah
membahas masalah ini akan menghasilkan sesuatu yang baru/konkrit
- Apakah
masalah yang ditulis menarik perhatian dan minat penulis
- Apakah
masalah yang dibahas cukup terbatas (tidak terlalu luas) agar dalam
pengumpulan data informasi dan fakta yang spesifik
- Jika
terlalu luas maka tidak akan terarah dan pembahasan menjadi dangkal
- Apakah
untuk pembahasan tersedia dat, hal ini memungkinkan pelaksaan tindakan
untuk pememcahan masalahanya
- Pembahasan
perlu data dan kepustakaan yang cukup
- Apakah
masalah yang ada dapat dipecahkan dengan fasilitas yang ada dan memapuan
penulis.
- 4 hal yag harus dipenuhi agar
masalah dapat dipilih
1. Sesuai dengan minat peneliti
§ Minat : Tekun, tidak putus asa bila
ada kendala
§ Tidak minat : tidak bergairah, hasil
menjadi kurang baik bahkan gagal
§ Berkaitan dengan keahlian
§ Secara etis di persyaratan penulisan
karya ilmiah harus sesuai dengan bidang keahlian → lebih baik dan dapat
dipertanggung jawabkan
2. Dapat Dilaksanakan
§ Kemampuan peneliti → Penguasaan
teori dan menguasai metode pemecahanan masalahnya
§ Waktu yang cukup → bila waktu tidak
cukup maka karya ilmiah tidak selesai
§ Tenaga untuk melaksanakan :
* Membuat Proposal
* Mengumpulkan Data
*Mengolah Data
* Membuat Pembahasan
§ Dana yang tersedia
3. Tersedia Faktor Pendukung
§ Data Tersedia
§ ada izin dari yang berwenang
4. Hasil Penelitian yang bermanfaat
§ Bagi perkembangan ilmu pengetahuan
§ masyarakat pada umumnya
Sumber
Masalah
0. Pengalaman dan pengamatan pribadi
1. Pengalaman orang lain
§ Publikasi media cetak (buku,
artikel, koran dll)
§ Kuliah, ceramah, seminar dll.
2. Pengungkapan pengalaman dengan orang
lain melalui wawancara
2.Fakta
Keterangan-keterangan
yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang
dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau
pembuktian didasar-kan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau
kegiatan sejenis
3.Hipotesis
Dalam metode ilmiah,
peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa.
Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke
arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan
mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam
menuntun jalan pikiran peneliti.
4.Percobaan
Setelah
hipotesa-hipotesa ditetapkan. kerja selanjutnya adalah merumuskan cara-cara
untuk menguji hipotesa tersebut. Pada ilmu-ilmu sosial yang telah lebih
berkembang. scperti ilmu ekonomi misalnva. pcnguji’an hipotesa didasarkan pada
kerangka analisa (analytical framework) yang telah ditetapkan. Model matematis
dapat juga dibuat untuk mengrefleksikan hubungan antarfenomena yang secara
implisif terdapal dalam hipotesa. untuk diuji dengan teknik statistik yang
tersedia.
Pcngujian hipotesa menghendaki data yang dikumpulkan untuk keperluan tersebut. Data tersebut bisa saja data prime ataupun data sekunder yang akan dikumpulkan oleh peneliti.
Pcngujian hipotesa menghendaki data yang dikumpulkan untuk keperluan tersebut. Data tersebut bisa saja data prime ataupun data sekunder yang akan dikumpulkan oleh peneliti.
5.Kesimpulan
Setelah tafsiran
diberikan, maka peneliti membuat generalisasi dari penemuan-penemuan, dan
selanjutnya memberikan beberapa kesimpulan. Kesimpulan dan generalisasi ini
harus berkaitan dengan hipotesa. Apakah hipotesa benar untuk diterima. ataukah
hiporesa tersebut ditolak.
Sedangkan Kimia itu
berbicara tentang materi dan perubahan reaksi, sintesis, reaksi, energy dan
sifat-sifat benda.
“Jika menjelaskan
ke murid harus di mulai dari contoh biarkan murid yang berpendapat sendiri
tentang pengertiannya”
Fokus
kajian ilmu kimia adalah materi dan
Perubahannya:
Jenis dan struktur materi
sifat-sifat materi atau zat
Perubahan materi
Energi yang menyertai perubahan
materi
Wujud
Materi
Prinsip Semua
materi dapat berada dalam 3
wujud/fasa,
yaitu: Padat (s), Cair (l), dan
Gas
(g)
Padat Benda yg rigid (kaku)
dengan bentuk
pasti
Cair
Bersifat fluida
( dapat mengalir dan
mengambil
bentuk sesuai tempatnya)
Gas Bersifat
fluida dan dapat memuai
tanpa
batas
1.
Campuran
Air laut tergolong ke dalam campuran karena air laut terdiri atas air dan berbagai garam. Dari contoh tersebut kita dapat mengetahui bahwa campuran merupakan gabungan dua jenis zat atau lebih.
Air laut tergolong ke dalam campuran karena air laut terdiri atas air dan berbagai garam. Dari contoh tersebut kita dapat mengetahui bahwa campuran merupakan gabungan dua jenis zat atau lebih.
Campuran mempunyai sifat yang berbeda dengan senyawa. Dalam campuran sifat-sifat komponen tidak hilang. Ketika garam dapur dilarutkan dalam air, kedua zat itu tidak bersenyawa, melainkan bercampur.
Rasa garam sebelum dan sesudah dicampurkan tetap terasa asin, begitu pula dengan air. Air sebelum dicampurkan dan sesudah dicampurkan tetap dapat memadamkan api. Kemudian juga garam dengan air dapat bercampur dalam berbagai komposisi sesuai yang dikehendaki. Tidak demikian halnya dengan bersenyawa. Senyawa mempunyai kompisisi tertentu. Air sebagai contoh, terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan perbandingan atom 2:1 Jadi, kita dapat menyatakan bahwa bersenyawa membentuk zat baru (berlangsung secara kimia), sedangkan bercampur tidak membentuk zat baru (berlangsung secara fisika).
Jenis-Jenis Campuran
Campuran dapat berupa:
1. Campuran homogen
Ciri:ciri:
1. Terdiri
dari zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). Biasanya, komponen yang lebih
banyak jumlahnya disebut sebagai zat pelarut, sedangkan yang lebih sedikit
disebut sebagai zat terlarut. Namun, jika larutan berwujud cair, maka komponen
cair disebut sebagai zat pelarut.
2. Serba
sama, tidak ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
3. Tidak dapat disaring
4. Tidak
terdapat lapisan (komponen padat dan cair tidak memisah)
Contoh:
·
Udara - Air gula
·
Sirup - Air cuka
·
Air hujan – Spirtus
2. Campuran heterogen
Campuran heterogen terdiri atas:
a. Suspensi
Ciri-ciri:
1. Keruh
2. Ada
bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
3. Dapat
disaring
4. Mengendap
5. Terdapat
lapisan (kompenen padat dan cair memisah)
Contoh:
·
Campuran terigu dan air
·
Campuran pasir dan air
·
Bubuk kopi dan air
b. Koloid
Ciri-ciri:
1. Keruh
2. Ada bidang
batas antar komponen-komponen penyusunnya (jika dilihat dengan mikroskop ultra)
3. Dapat
disaring dengan kertas saring ultra
4. Komponen padat dan cair dapat memisah sendiri
dalam waktu relatif lama
5. Dapat
menghamburkan cahaya
Contoh:
·
Air susu - Cat – Tinta
·
santan - Asap – Kabut
Homogen
:
Campuran
homogen disebut juga larutan
Contoh
campuran homogen adalah teh dan susu
larutan
teh dan susu merupakan contoh campuran homogen karena tidak bisa lagi
membedakan komponen-komponen penyusun larutan tersebut, seperti bubuk susu,
air,dan gula. Karena komponen-komponen dalam larutan ini sudah tercampur
menjadi satu dan memiliki susunan komponen yang sama di semua bagian larutan.
Heterogen
:
Campuran
heterogen merupakan campuran yang penyusunnya tidak seragam atau tidak sama.
contoh
campuran heterogen adalah campuran antara tanah dengan batu krikil:
campuran
antara tanah dan batu krikil merupakan contoh campuran heterogen karena masih
dapat membedakan komponen-komponen penyusunnya. Seperti didalam kehidupan sehari-hari
masih dapat membedakan komponen penyusun campuran antara tanah dan batu krikil
karena di semua bagian campuran tersebut tidak seragam sehingga kita bisa
membedakannya.
2.
Zat Murni ( Zat Tunggal )
Zat
Murni adalah Materi yang memiliki susunan tertentu/ tetap dan sifat-sifatnya
tertentu pula dan terbagi menjadi dua diantaranya ada Unsur dan juga Senyawa.
Contoh : Belerang, emas, air, perak, etanol, garam dapur, CO2.
1. Unsur
Unsur adalah
zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana
dengan reaksi kimia biasa. Penulisan lambang unsur mengikuti aturan sebagai
berikut:
1.
Lambang
unsur diambil dari singkatan nama unsur. Beberapa lambang unsur berasal dari
bahasa Latin atau Yunani nama unsur tersebut. Misalnya Fe dari
kata ferrum (bahasa latin) sebagai lambang unsur besi.
2.
Lambang
unsur ditulis dengan satu huruf kapital.
3.
Untuk
Unsur yang dilambangkan dengan lebih dengan satu huruf, huruf pertama lambang
ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua/ketiga ditulis dengan huruf kecil.
4.
Unsur-unsur
yang memiliki nama dengan huruf pertama sama maka huruf pertama lambang
unsur diambil dari huruf pertama nama unsur dan huruf kedua diambil dari huruf
lain yang terdapat pada nama unsur tersebut. Misalnya, Ra untuk radium dan Rn untuk radon.
5.
Pada
suhu kamar (25 C) unsur dapat berwujud Padat, Cair,dan Gas, secara
umum unsur terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
·
Unsur
Logam: umumnya unsur
logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi,
mengilap, dapat dibengkokan , dan dapt menghantarkan panas atau arus
listrik.
·
Unsur
Non Logam: umumnya
memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh tak dapat
dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik
2.
Senyawa
Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan
unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia
antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya, karat besi
(hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O).
Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi
penguraian.
Senyawa
mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya
dapt diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada
kondisi yang sama, senyawa dapat memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur
pembentuknya. Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur
pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk
senyawa air yang berwujud cair.
Perbedaan
Atom, Molekul, dan Ion
Partikel adalah sebuah satuan dasar dari benda
atau materi. Bisa juga dikatakan Partikel merupakan satuan bagian terkecil dari
suatu materi. Jenis Partikel ini ada 3 yaitu: atom, molekul, dan ion. Jadi baik atom, molekul, dan ion ke
tiga-nya merupakan satuan terkecil dari materi yg secara umum disebut partikel
Atom adalah: Satuan
terkecil dari suatu materi yang terdiri atas inti, yang biasanya mengandung
proton (muatan+) dan neutron (netral), dan kulit yang berisi muatan negatif
yaitu elektron. Ada juga yang menyebutkan bahwa atom adalah partikel penyusun
unsur.
Kedua pengetian ini semuanya benar. Yang
pasti atom itu :
·
Punya
proton, neutron, elektron, (kecuali pd Hidrogen-1, yg tidak memiliki neutron)
·
Punya
karekteristik tertentu, yaitu punya jumlah proton dan elektron yang sama (jika
tdk sama disebut ion)
·
Atom-atom
yang punya karakteristik yang sama dinamakan unsur,
Analogi sederhana: Setiap orang yang sering membaca,
kita sebut sikutu buku, ceritanya kita punya 4 teman yang punya hobi membaca,
sehingga kita simpulkan keempat teman kita ini sikutubuku karena punya
kebiasaan yang sama. Jadi
teman kita= atom,
sama2 hobi baca= punya jumlah
proton&elektron sama/ berkarakter sama,
sikutu buku=unsur
2. Molekul
Molekul adalah Gabungan dari beberapa atom unsur, bisa
dua atau lebih. Artinya ketika berbicara molekul maka yang dibayangkan adalah
gabungan atom-atom (bukan 1 atom). Molekul adalah partikel terkecil dari suatu
unsur/senyawa
·
jika
gabungan dari atom unsur yang sama jenisnya maka disebut Molekul Unsur,
Contohnya: O2, H2, O3, S8
·
Jika
gabungan dari atom unsur yang berbeda jenisnya maka disebut Molekul Senyawa,
Contohnya: H2O, CO2, C2H5
3. Ion
Ion adalah: atom yang bermuatan listrik,
ion yang bermuatan listrik disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif
disebut anion. Kation dan anion dapat berupa ion tunggal hanya terdiri dari
satu jenis atom atau dapat pula berupa ion poliatom mengandung dua atau lebih
atom yang berbeda.
Pengukuran Materi
Pengukuran adalah kegiatan
membandingkan nilai besaran yang diukur dengan alat ukur yang ditetapkan
sebagai satuan. Contoh: mengukur panjang meja dengan sebatang pensil (panjang
meja sebagai besaran, pensil sebagai alat ukur, dan panjang pensil sebagai
satuannya).
A.
BESARAN
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai.
Jika ditinjau dari arah dan nilainya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai.
Jika ditinjau dari arah dan nilainya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1. Besaran skalar, yaitu besaran yang
hanya memiliki nilai tanpa memiliki arah. Contoh: massa, panjang, waktu,
energi, usaha, suhu, kelajuan dan jarak.
2. Besaran vektor, yaitu besaran yang
memiliki nilai dan arah. Contoh: gaya, berat, kuat arus, kecepatan, percepatan
dan perpindahan.
Sedangkan,
berdasarkan jenis satuannya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
a. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran
yang satuannya telah ditetapkan lebih dahulu dan tidak tersusun atas besaran
lain. Besaran pokok terdiri atas tujuh besaran. Tujuh besaran pokok dan
satuannya berdasarkan sistem satuan
internasional (SI) sebagaimana
yang tertera pada tabel berikut:
Tabel Besaran Pokok dan
Satuannya
|
Besaran Pokok
|
Satuan SI
|
|
Massa
|
kilogram (kg)
|
|
Panjang
|
meter (m)
|
|
Waktu
|
sekon (s)
|
|
Kuat Arus
|
ampere (A)
|
|
Suhu
|
kelvin (K)
|
|
Intensitas Cahaya
|
candela (Cd)
|
|
Jumlah Zat
|
mole (mol)
|
Sistem satuan internasional
(SI) artinya sistem satuan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, yang
berlaku secara internasional.
b. Besaran Turunan
Besaran turunan merupakan
kombinasi dari satuan-satuan besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah luas
suatu daerah persegi panjang. Luas sama dengan panjang dikali lebar, dimana
panjang dan lebar keduanya merupakan satuan panjang. Perhatikan tabel besaran
turunan, satuan dan dimensi di bawah ini.
Tabel Besaran Turunan dan
Satuannya
|
Besaran Turunan
|
Satuan SI
|
|
Gaya (F)
|
kg.m.s-2
|
|
Massa Jenis (p)
|
kg.m-3
|
|
Usaha (W)
|
kg.m2.s-2
|
|
Tekanan (P)
|
kg.m-1.s-2
|
|
Percepatan
|
m.s-2
|
|
Luas (A)
|
m2
|
|
Kecepatan (v)
|
m.s-1
|
|
Volume (V)
|
m3
|
B. SATUAN
Satuan adalah ukuran dari suatu besaran yang digunakan untuk mengukur. Jenis-jenis satuan yaitu:
Satuan adalah ukuran dari suatu besaran yang digunakan untuk mengukur. Jenis-jenis satuan yaitu:
a. Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan
yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya secara internasional tau disebut
dengan satuan internasional (SI).
Contoh:
meter, kilogram, dan detik.
1. Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
2. Sistem CGS
(Centimeter Gram Second)
Tabel Satuan Baku
|
Besaran Pokok
|
Satuan MKS
|
Satuan CGS
|
|
Massa
|
kilogram (kg)
|
gram (g)
|
|
Panjang
|
meter (m)
|
centimeter (cm)
|
|
Waktu
|
sekon (s)
|
sekon (s)
|
|
Kuat Arus
|
ampere (A)
|
statampere (statA)
|
|
Suhu
|
kelvin (K)
|
kelvin (K)
|
|
Intensitas Cahaya
|
candela (Cd)
|
candela (Cd)
|
|
Jumlah Zat
|
kilomole (mol)
|
mol
|
b. Satuan Tidak Baku
Satuan tidak baku adalah
satuan yang tidak diakui secara internasional dan hanya digunakan pada suatu
wilayah tertentu.
Contoh: depa, hasta, kaki,
lengan, tumbak, bata dan langkah.
Alat Ukur adalah
sesuatu yang digunakan untuk mengukur suatu besaran.
Berbagai macam alat ukur memiliki tingkat ketelitian tertentu. Hal ini bergantung pada skala terkecil alat ukur tersebut. Semakin kecil skala yang tertera pada alat ukur maka semakin tinggi ketelitian alat ukur tersebut. Beberapa contoh alat ukur sesuai dengan besarannya, yaitu:
Berbagai macam alat ukur memiliki tingkat ketelitian tertentu. Hal ini bergantung pada skala terkecil alat ukur tersebut. Semakin kecil skala yang tertera pada alat ukur maka semakin tinggi ketelitian alat ukur tersebut. Beberapa contoh alat ukur sesuai dengan besarannya, yaitu:
a. Alat Ukur Panjang
1. Mistar (Penggaris)
Mistar adalah ala ukur
panjang dengan ketelitian sampai 0,1 cm atau 1 mm. Pada pembacaan skala,
kedudukan mata pengamat harus tegak lurus dengan skala mistar yang di baca.
2. Jangka Sorong
Jangka sorong dipakai untuk
mengukur suatu benda dengan panjang yang kurang dari 1mm. Skala terkecil atau
tingkat ketelitian pengukurannya sampai dengan 0,01 cm atau 0,1 mm. Umumnya,
jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, diameter bola, ebal
uang logam, dan diameter bagian dalam tabung.
Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu:
Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu:
a). Skala Utama/tetap, yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong.
b). Skala Nonius, yaitu skala yang terdapat pada rahang sorong yang dapa bergeser/digerakan.
3. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup merupakan
alat ukur panjang dengan ingkat ketelitian terkecil yaiu 0,01 mm atau 0,001 cm.
Skala terkecil (skala
nonius) pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala
utama terdapat pada rahang tetap.
Mikrometer sekrup digunakan
untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang sangat tipis.
b. Alat Ukur Massa
Alat ukur yang digunakan
untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berdasarkan cara kerjanya dan
keelitiannya neraca dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Neraca digital, yaitu
neraca yang bekerja dengan sistem elektronik. Tingkat ketelitiannya hingga 0,001g.
2. Neraca O'Hauss, yaitu
neraca dengan tingkat ketelitian hingga 0.01 g.
3. Neraca sama lengan, yaitu
neraca dengan tingkat ketelitian mencapai 1 mg atau 0,001 g.
c. Alat Ukur Waktu
Satuan internasional untuk
waktu adalah detik atau sekon. Satu sekon standar adalah waktu yang dibuuhkan
oleh atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
Alat yang digunakan untuk
mengukur waktu, antara lain jam matahari, jam dinding, arloji (dengan
ketelitian 1 sekon), dan stopwatch (ketelitian 0,1 sekon).
Massa
dan Berat
Massa dan berat merupakan
dua hal yang berbeda, meskipun dalam keseharian orang sering mencampuradukkan
pengertian keduanya.
Perbedaan massa dan berat
ü Massa adalah ukuran inersia suatu
benda atau ukuran jumlah zat yang dikandung oleh suatu benda. Massa benda
adalah besaran skalar. Makin besar massa suatu benda, makin sulit mengubah
keadaan gerak benda tersebut.
Semakin besar massa benda, semakin
sulit menggerakannya dari keadaan diam, atau menghentikannya ketika sedang
bergerak atau merubah gerakannya keluar dari lintasannya yang lurus. Kita dapat
mengatakan bahwa semakin besar massa benda, semakin besar hambatan benda
tersebut untuk dipercepat.
·
Menyatakan
banyaknya materi yang terkandung pada suatu benda.
·
Besarnya
di mana-mana tetap
·
Termasuk
besaran skalar (besaran yang hanya memiliki besar saja, tidak memperhitungkan
arah)
·
Satuan
dalam internasional (SI) adalah kilogram
·
Diukur
dengan menggunakan neraca Ohauss
ü Berat adalah gaya
gravitasional yang dilakukan oleh Bumi pada suatu benda yang arahnya menuju ke pusat
Bumi. Berat sebuah benda adalah besaran vektor. Vektor berat benda selalu
digambarkan berarah tegak lurus ke bawah, di manapun posisi benda diletakan,
baik pada bidang horisontal, bidang miring, atau pada bidang tegak.
Jadi perbedaan massa suatu benda tetap
di mana saja benda berada, sedangkan berat suatu benda bergantung pada
percepatan gravitasi di tempat di mana benda berada. Hubungan antara massa dan
berat :
Berat (W) = m.g
m = massa
g =
gaya gravitasi
·
Menyatakan
besarnya gaya tarik gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda
·
Besarnya
berubah-ubah sesuai kedudukannya (tergantung pada percepatan gravitasi di
tempat tersebut).
·
Semakin
jauh dari pusat bumi berat suatu benda semakin berkurang. Demikian juga berat
benda di kutub akan lebih besar dibandingkan berat benda di khatulistiwa.
·
Termasuk
besaran vektor (besaran yang memiliki besar dan arah)
·
Satuan
dalam internasional (SI) adalah newton
·
Diukur
dengan menggunakan neraca pegas (dinamometer)
Daftar
Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar